Welcome!!!
Selamat datang di blog milik Ulfa Nennis Fungkiana!!!!!
Entah apa yang layak untuk dikatakan selain kata "selamat datang" untuk menyambut kalian,hehe..
Hhhh....
Jangan lupa tinggalkan pesan ya! Entah itu pesan moral,pesan singkat,pesan terakhir,atau apapun itu.hehe#banyak ngomong yah?#
Let's enjoy with meehh!!^^
20120512
ANGELA -- Chapter 2 (The 1st Meeting)
“Ada apa ini?!!”,bentak Ibu Jang sesaat setelah mampu menyeimbangkan tubuhnya karena getaran hebat yang disebabkan oleh suara Sulli. Segera para murid berlarian duduk di bangku masing-masing karena takut akan dimarahi oleh Ibu Jang. (ceritanye,Ibu Jang ini killer teacher ya! ^^)
Perlahan Sulli terlihat lebih tenang dan bisa mengatur nafasnya membuat Donghae bisa bernafas lega. Setidaknya untuk 2 jam ke depan. Sementara Teuk-Won masih beradu pendapat karena selembar foto yang tadi mereka ributkan.
“Hari ini akan ada murid baru”,kata Ibu Jang saat meletakkan beberapa tumpukan buku tebal di mejanya sehingga menimbulkan suara yang lumayan keras sehingga membuat para murid tertegun,kecuali Kyuhyun yang terlihat tenang duduk di bangku sambil memainkan bukunya.
“Hana! Silahkan masuk!”,begitulah kata Ibu Jang sebelum seorang murid baru masuk ke kelas XII-1 / 3-1.
“Selamat pagi! Namaku Hana Megumi. Senang bertemu dengan kalian!”,begitulah sapaan murid baru itu saat memperkenalkan dirinya di depan kelas seraya membungkukkan badannya dengan anggun. (bayangin aja kaya putri-putri Jepang gitu! :D)
Semua mata tertuju pada Hana,kecuali Kyuhyun yang masih asik berkutat dengan bulpen dan bukunya. Padahal saat itu Hana selalu memperhatikan Kyuhyun yang memang duduk di bangku paling depan.
(Hana jatuh cintrong nih..haha
Reader: elu kebanyakan ngomong author!!
Author: maap!! Kilap! Eh,khilaf maksudnya. Lanjut ke cerita.)
“Cantiknyaaa!”,kata yang menggambarkan sosok Hana. Cantik,tinggi semampai,dengan rambut hitam lurus tergerai indah di punggungnya. Leeteuk yang memang menunggu kedatangan murid baru ini,hampir meneteskan air liurnya. Siwon hanya memandang dan tak berkedip sekalipun. Shindong yang tadinya sibuk makan snack yang ia sembunyikan di lacinya pun bisa berhenti mengunyah. Hanya saja dengan keadaan tangan masih di dalam snack.
Hana dipersilahkan untuk duduk di bangku kosong sebelah Shindong. Membuat Shindong berteriak dalam hati karena saking senangnya. Sedangkan Leeteuk dan Siwon hanya gigit jari karena jarak bangku mereka dengan Hana agak jauh -selisih 3 bangku-. Maklum,Leeteuk dan Siwon duduk di barisan paling belakang karena sering gaduh saat pelajaran.
*Istirahat*
“Kau mau?”, Shindong menawari Hana snack yang selalu akrab dibawanya.
“Maaf! Tapi itu tinggi kalori”,jawab Hana –tersenyum- sambil menunjuk snack yang dipegangi Shindong.
“Minggir kau! Jangan halangi aku!”,pekik Leeteuk yang berdiri di belakang Siwon.
Siwon berbalik dan menatap Leeteuk garang.
“Apa? Apa?”,bentaknya dengan tubuh yang condong menghadap Leeteuk seperti mau menerkamnya.
“Eumhhh---“,Leeteuk mendadak takut.
“Babo!! Aku tak akan menang jika adu otot dengannya. Sial!”,
Leeteuk seperti sedang mencari ide sesaat sebelum Siwon berbalik untuk menghampiri tempat duduk Hana. Tapi,
“BRUUKKKK!!!!”
Siwon terjatuh karena disandung oleh Leeteuk.
“Yes! Berhasil,berhasil,berhasil,horee!!”,teriak Leeteuk seperti tokoh kartun yang sering ditonton oleh anak-anak. Hanya saja bedanya,Leeteuk sedang tidak bersama seekor monyet.
“Ugghhh!”,Siwon berusaha bangkit. Tapi terjatuh lagi karena punggungnya diinjak oleh Leeteuk.
“Awas kau Leeteuk!!!”,batin Siwon geram.
Beberapa saat setelah itu,Siwon bisa bangkit dan berdiri tegap dan memasang wajah dengan ekspresi kerennya. Tapi malang,ia malah ditertawakan oleh beberapa temannya. Membuat Siwon bingung.
“Hahaha.. Mukamuu.. hahaha”,kata seorang yeoja di sela acara berdandannya. Segera Siwon meraih kaca yang dipegang oleh yeoja tadi yang duduk di sebelah Siwon berdiri.
“What?”,Siwon terkejut melihat wajah tampannya berubah kusam seperti penghapus papan tulis.
“Sial!!”,Siwon segera berlari ke kamar mandi seraya menutupi wajahnya dengan blazer seragamnya. (namanya apa sih?karena bentuknya seperti blazer,aku tulis blazer aja ya!!hehe*author babo!!*)
Naas nasib Leetuk. Leeteuk yang tadi akan menyapa Hana,malah justru berakhir dengan wajah cengonya yang ditinggal oleh Hana. Sedangkan Hana,ia menuju ke bangku tempat Kyuhyun duduk.
“Kau Kyuhyun kan?”,tanya Hana saat duduk di bangku Sungmin yang tidak dihuni (?) karna sang empunya sedang pergi ke kantin. Mendengar itu,Kyuhyun hanya menoleh tanpa membalas pertanyaan Hana. Hana tersenyum seraya memandang wajah Kyuhyun. Leeteuk tidak menyerah,ia menghampiri tempat duduk Sungmin yang kini sedang diduduki oleh Hana.
“Hana!! Aku Leeteuk. Salam kenal!!”,kata Leeteuk sambil menyodorkan tangan kanannya –mengajak Hana untuk berjabat tangan-
Tanpa menoleh,ataupun menjabat tangan Leeteuk,Hana masih tenang memandangi wajah Kyuhyun.
“Kenapa?!!!”,teriak Leeteuk frustasi dalam hati dengan ekspresi malang seperti anak jalanan yang tidak diperhatikan.
(hahaha.kaya apa itu?)
Kyuhyun menghentikan permainannya sejenak.
“Aku memang tampan dan tidak membosankan untuk dipandang. Tapi aku terganggu karna kau menatapku dari tadi”,kata Kyuhyun ketus,lalu melanjutkan kembali permainannya yang sempat ia pending.
Sementara di tempat lain,Donghae dan Sulli duduk di taman. Donghae hanya menunduk seperti OB yang sedang dimarahi atasan karena Sulli menatap tajam Donghae.
“Kenapa? Kenapa kau ingkar janji.. Aku sudah membawa bekal makanan untukmu sebagai imbalannya jika kau mau membawa boneka monyet untukku. Tapi---“,
“Imbalan? Apakah aku menyuruhmu?”,tanya Donghae memotong ucapan Sulli dengan tampang seperti kakek-kakek tua yang mempunyai daya ingat yang buruk. Sulli hmemalingkan muka,dan Donghae mengingat-ingat kejadian kemarin malam.
-Flashback-
“Sulli!! Aku tak bisa bangun”,kata Donghae tertatih karna jatuh terkapar di selokan.
“Chagiii!! Raih tanganku!!”,Sulli mengulurkan tangannya.
“Haiiaaakkk!!!”,Donghae dapat berdiri tegap di hadapan Sulli setelah tadi sempat terkapar.
“Chagi!! Kau tidak apa-apa kan? Apa tulangmu retak? Mana yang sakit? Katakan padaku!”,kata Sulli panik sambil memeriksa badan Donghae-takut ia kenapa-kenapa.
“hahaha..Aku tidak apa-apa.. Geli Sulli”
“Yyyaa!! Kenapa kau tertawa?!!”,bentak Sulli..
“Maaf!! Maaf!! Hikss..Hikss.. A..ku,A a ku.. Huwaaaa!!!”
Donghae mulai salah tingkah bercampur cemas. Dalam pikirnya,apa yang harus ia lakukan. Saat Sulli merasa sangat bersalah,tangisannya akan sulit untuk dihentikan. Sulli memang gadis yang naif,polos,cengeng pula. Dengan sigap,Donghae pun meraih pundak Sulli,memeluknya,menyandarkan wajahnya yang basah di bahu Donghae.
“Sudah! Aku tidak apa-apa”,kata Donghae tenang seraya membelai rambut Sulli lembut.
“Tapi,,” Sulli mendongak,menatap wajah kekasihnya itu yang kini sedang tersenyum padanya.
“Baiklah! Sebagai permintaan maafku,besok ku bawakan bekal makan siang untukmu ke sekolah”,kata Sulli semangat.
-Flasback end-
“hehe,Sulli baik.. Sulli cantik. Kita makan saja bekalnya”,kata Donghae sedikit terkekeh mengingat kejadian kemarin malam.
“Hahaha.. Kau ini.. Chagiii.. Yeobo.. Angkat kepalamu!”,perintah Sulli dengan ekspresi yang tak meyakinkan. Ekspresi seperti ayam yang ingin memakan telurnya sendiri. (Ekspresi apa itu ya?#plakk!!)
“Iiiiihhh.. Untuk kali ini aku maafkan. Tapi besok?! Awas kau kalau kau tak membawanya”, ancam Sulli sambil mencubit pipi Donghae dengan kasar.
*Golden High Schol*
“Hyura!!!”,teriak Yesung -berlari ke arah gadis bertopi,Park Hyuradan kedua kawannya,Eunhyuk dan Ryeowook yang hendak pergi ke kantin.
“Hey! Dari mana saja kau?”,tanya Eunhyuk.
Yesung tak menjawab pertanyaan Eunhyuk yang jelas-jelas dilontarkan padanya. Nafas Yesung yang tak beraturan membuatnya susah mengatakan sesuatu.
“Ayo!”,katanya senang seraya menggandeng tangan Hyura.
“Lepaskan tanganmu!”,kata Hyura ketus.
“Lepaskan tanganmuu!!!”,teriak Eunhyuk bersamaan dengan Ryeowook –berusaha melepaskan tangan Yesung dan Hyura-
Park Hyura adalah yeoja kesayangan trio idiot Eunhyuk,Ryeowook,dan Yesung. Sejak diasuh oleh orang tua Ryeowook 10th yang lalu,Hyura memang akrab dengan ke-3 pria itu karena hubungan kekerabatan keluarga mereka (keluarga Ryeowook,Eunhyuk,Yesung) sangat kental. Bukan karena hubungan darah. Tapi karena tempat tinggal Ryeowook yang dulu berdekatan dengan tempat tinggal Yesung sebelum Ryeowook pindah ke Seoul. Sedangkan Eunhyuk,dia teman masa kecil Ryeowook dan Yesung saat masih duduk di bangku TK.
Saat Hyura diajak keluarga Ryeowook pindah ke kota,Eunhyuk dan Yesung berebut ingin ikut. Karena mereka seperti tak bisa lepas dari sosok Hyura. Gadis tomboy,cantik,pemarah,dan bisa tiba-tiba berubah feminin memang sangat disayangi oleh ke-3 namja tersebut.
Eunhyuk dan Yesung bekerja di restoran pizza milik ayah Ryeowook,begitu juga dengan Hyura. Hanya saja,Hyura tak bisa setiap hari bekerja di restoran itu. Tanpa sepengetahuan yang lain,sebenarnya Hyura juga punya pekerjaan lain.
“Hyura!! Nanti kita ke toko buku ya!!”,ajak Yesung kepada Hyura saat sampai di tempat parkir sepeda mereka –pulang sekolah-.
“Aku ikut!”,unjuk Eunhyuk pada dirinya sendiri.
“Hyuk,kau harus ke restoran lebih awal. Apa kau lupa kemarin bos (ayah Ryeowook) menghukummu?”,ancam Yesung dengan mengingatkan Eunhyuk kejadian beberapa hari lalu saat Eunhyuk tak berangkat kerja tanpa ijin.
Eunhyuk pasrah,pulang sediri naik sepeda dan berbeda arah dengannya. Sedangkan Yesung begitu semangatnya naik sepeda bersama Hyura.
*Di Shungjin High School*
“Kyu! Ada komik baru. Nanti kita mampir ke toko buku ya? Lagi pula,sudah lama kan kita tidak melihat buku-buku baru”,ajak Sungmin.
“Iya. Aku juga ingin mencari novel”,jawab Kyuhyun.
Kyuhyun melaju kencang dengan kecepatan 80 km/jam.
(eum,lumayan.. klo temenku nih ya,udah ketakutan tuh klo aku boncengin. Sampe pada teriak. Jadinya,semua orang di pinggir jalan ngira aku nyulik anak orang*jadi curhat*)
*Di toko buku*
Kyuhyun dan Sungmin asyik memilah-milih buku. Kyuhyun memilih-milih novel,sedangkan Sungmin memilih-milih komik. Karena saking asyiknya menemukan komik yang ia cari dan ingin segera menunjukkannya pada Kyuhyun,Sungmin tak memperhatikan langkahnya. Sampai ia menabrak seorang namja.
“Brukkk!!” sebuah tubrukan yang lumayan keras karena mereka berdua jatuh menimpa rak buku kecil di belakang. Semua orang yang ada di sekitar menoleh kearah mereka berdua. Kyuhyun yang melihat sungmin terjatuh pun segera mendekat.
“Sungmin? Apa kau baik-baik saja?”
“Ughh.. Punggungku”,Sungmin berdiri dibantu oleh Kyuhyun.
“Huh? Kau menindih seseorang”,kata Kyuhyun terkejut melihat seorang namja terkapar tertimpa beberapa tumpukan buku.
“Ha? Ya ampu. Maaf!!”,kata Sungmin seraya membantu namja itu berdiri. Namja itu terlihat kesakitan.
“Apa kau baik-baik saja?”,tanya Sungmin.
Namja itu hanya menggeleng-gelengkan kepala seraya mengucek matanya.
“Kau pusing?”,tanya Kyuhyun.
Tak lama kemudian,datang seorang yeoja menghampiri mereka bertiga.
“Yesung?!!! Kau baik-baik saja?”,tanya yeoja itu panik.
Yesung masih mengumpulkan nyawanya kembali,pusing karena jatuh tadi.
“Maaf!! Aku tidak sengaja”,kata Sungmin (lagi).
Perempuan bertopi itu menarik Yesung dari pegangan Kyu-Min.
“Lain kali,gunakan matamu dengan benar”,kata yeoja itu datar sebelum beranjak pergi dari hadapan Kyu-Min.
“Tunggu!!”,Kyuhyun menarik lengan perempuan itu. Membuat perempuan itu menghentikan langkahnya. Kyuhyun bertatapan dengan perempuan itu. Perempuan itu sedikit mendongakkan wajahnya karena terhalang topi yang dipakainya. Sementara Sungmin,
“Cantik,heumhh tinggi kira-kira 170cm. Penampilannya... Sepertinya rambutnya panjang. Kenapa ia menyembunyikannya dalam topi? Kyu? Apa Kyu jatuh cinta pada wanita itu? Kenapa tatapannya seperti itu?”,batin Sungmin melihat kedua sosok yang kini saling bertatapan.
Yesung yang tadi masih mengucek mata,kini hanya berdiri cengo melihat dua mahluk dihadapannya yang seperti ikan cupang ingin beradu.
“Bisakah kau mengatakannya dengan kalimat yang sedikit sopan?,kata Kyuhyun pada perempuan itu –mengaburkan lamunan Sungmin.
“Kyu?”,kata Sungmin.
“Apa?”,tanya yeoja itu balik,kemudian menatap Sungmin.
“Apakah kau tersinggung,tuan?”
“A.. Tidak. Tidak”,jawab Sungmin terbata-bata.
“Kau dengar? Sekarang lepaskan tanganku!!”
Lalu perempuan dan pria yang bernama Yesung itu pun berlalu. Meninggalkan Kyuhyun yang masih melihat sosok perempuan itu yang sudah berlalu memunggunginya.
“Hyura. Sekarang aku sudah tidak apa-apa”.
-----
“Kyu!! Kyu!!!”, Sungmin menggerak-gerakkan tubuh sahabatnya yang masih “kehilangan kesadaran” mendengar ucapan Hyura.
“Diaaa...” Kyuhyun menggantungkan kalimatnya.
-TBC-
(Naaaahhhh!!! Reader,sahabatku,cintrongku,kasurku,eh,maksudnya kasihku,hehe.. bagaimana? Eottokhe? Aaaahhh *nutup telinga*Tinggalkan jejak ayo tinggalkan jejak!! –coment- :D)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment